Random stuffs

Menu

Tulisan Lama tentang Mimpi Bekerja di Silicon Valley Bag. 1

[Saya sekadar berbagi tulisan lama. Tulisan tentang mimpi saya dulu untuk bekerja di Silicon Valley. Saya bagikan di sini dengan perubahan seperlunya. Tanggal pembuatan 6 Mei 2015]

Sudah hampir dua tahun aku kuliah di Mikroskil. Pada saat menulis ini, aku sedang menjalani UTS dan sejauh ini akan ada dua mata kuliah yang aku harus ujian susulan karena memang aku sendiri tidak disiplin.

Ada sedikit cercah di kepalaku bahwa beberapa tahun belakangan, emosiku tidak stabil bahwa aku sering sekali lengah dan tidak tanggap dalam menghadapi tanggung jawab. Aku bisa melihat bahwa saat ini aku mulai mengerti apa arti kerja keras dan korelasinya dengan kesuksesan yang bisa kuraih.

Aku dulu tahu bahwa belajar dan kerja keras penting untuk kesuksesan tapi tidak sampai benar-benar mengerti bagaimana hubungannya dengan kesuksesan. Aku tidak mau mencari kesalahan, kenapa aku dulu begini atau apa yang membuat aku tidak bekerja keras dan lain sebagainya.

Hampir enam tahun yang kuhabiskan di Unimed rasanya tidak terlalu kumanfaatkan dengan baik. Dan hampir dua tahun terakhir pun perubahan etos kerjaku belum begitu tinggi.

Tapi, aku rasa tak ada lagi gunanya menyesali. Saatnya mulai menata bagian-bagian yang masih bisa diatur. Cita-citaku ialah dalam dua tahun ini, setelah lulus nanti dari Mikroskil aku bisa bekerja di Silicon Valley.

Kenapa Silicon Valley?

Aku rasa itu adalah payback alias pembalasan dari semua waktu yang kuhabiskan tak berguna ini. Itu adalah suatu pencapaian yang akan menghantarkan aku ke suatu tempat yang sama sekali tidak akan pernah kujangkau dengan etos kerja lama. Aku akan menjadikannya sebagai suatu pengingat, bahwa dua tahun yang tersisa adalah suatu transformasi.

Bagaimana caranya?
Aku harus lebih banyak menggunakan logika dan kerja keras dari pada emosi. Emosi yang sering membuat aku merasa gagal adalah perasaan bahwa aku sudah melakukan kesalahan dengan banyak sekali sudah menyia-nyiakan waktu. Dan aku takut masa depanku akan sama sekali tidak berbeda dengan di mana aku saat ini.

Perasaan rendah diri yang kerap muncul pun harus bisa kukelola dengan baik. Aku perlu menenangkan diriku, dengan tidak berfokus ke perasaan-perasaan takut, khawatir, atau rendah diri. Melainkan, aku harus memfokuskan perhatianku kepada kerja keras yang harus kukerjakan. Aku harus memfokuskan kepada beban akademik dan beban targetku secara pribadi. Melaksanakan hal-hal itu dengan suka cita, dengan sebuah tanggung jawab bahwa ini semua adalah yang akan menjadikan aku seorang manusia sebagai mana cita-citaku.

Karena cita-cita bukan soal hanya soal mendapatkan tetap juga soal menjadi. Menjadi orang/pribadi yang layak mendapatkan kesempatan. Kesempatan itu harus ditukarkan dengan kerja keras, mengisi pundi-pundi skil/kemampuan.

Aku tidak perlu menekan emosiku, aku hanya perlu menenangkan diri dan memindahkan fokus dan cara pandang. Cara pandang bahwa semua bagian kerja keras ini mungkin tidak dakan langsung berhasi saat aku baru mencobanya tetapi semua pengalaman yang bisa kudapatkan akan suatu akan ditambahkan kepada kemampuan diri yang akan menjadi modal dalam mengubah taraf kehidupan.

6 Mei 2015

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of