Random stuffs

Menu

Tulisan Lama tentang Mimpi Bekerja di Silicon Valley Bag. 2

[Sekadar berbagi tulisan lama. Tulisan ini tentang mimpi saya dulu untuk bekerja di Silicon Valley. Saya sudah ubah seperlunya sebelum dikirimkan di sini. Tulisan ini saya buat pada tanggal 6 Mei 2015.]

Jika berhasil bekerja di Silicon Valley dengan cukup uang untuk memenuhi kebutuhan keluarga, aku rasa saatnya mulai memikirkan untuk pergi ke tempat-tempat yang perlu. Kalau nanti aku sudah menikah, aku juga perlu mengatur bagian-bagian kesejahteraan ini kepada keluarga istri saya.

Yang jelas, aku pun tidak tahu berapa banyak uang yang bisa kukumpulkan. Tapi itu bukanlah target utama, poin pentingnya di sini adalah mencintai. Mencintai mereka yang mencintaiku.

Aku juga terpikir orang-orang di sekitarku, ya, aku rasa aku juga akan menginspirasi mereka. Tapi itu bukan target utama. Poin pentingnya di sini adalah menjadi orang yang fokus dan tidak menghabiskan waktu banyak memikirkan pikiran orang terhadapku.

Target utama selalu adalah tentang Tuhanku dan pengalamanku dengan-Nya bersama dengan orang-orang yang kucintai.

Aku rasa Tuhan pun akan senang kalau aku bekerja keras untuk impianku di dalam mendapatkan pengalaman-pengalaman hidup ini, ah, aku akan tanya Tuhan saja mengenai kehendak-Nya :D.

Bagaimana mengatur keuangan setelah bekerja, aku rasa belum perlu dipikirkan, karena itu pun belum ada di genggaman. I think I am gonna enjoy this journey forward. Up to the future, it is enjoyment that is what actually needed.
Ah, ya. Aku rasa aku mengerti, salah satu cara menikmati hidup ini melalui pengalaman baik bersama Allah maupun dengan sesama. Menikmati ciptaan-Nya dengan travelling ke tempat-tempat baru. Bertemu dengan orang-orang baru dan kebudayaan baru, ya, itu adalah mereka yang dicintai Allah juga. Jadi sebenarnnya aku tidak harus jalan-jalan dulu baru bahagia, karena sebenarnya dari orang di sekitarku pun pasti ada sesuatu yang menarik. Kebahagiaan yang bisa ditemukan.

Aku teringat salah satu comment di salah satu video di youtube, kalau aku tidak silap, video itu tentang seseorang yang berjalan berkeliling China. Bagian dari comment itu yang menarik bagiku adalah dia berkata bahwa orang-orang biasa di pendalaman China yang ditemui oleh pengembara itu pasti menginspirasi pengembara tersebut, misalnya, tentang bagaimana cara mereka hidup, apa kebahagiaan bagi mereka, dan lain sebagainya. Dan bisa saja bagi orang-orang di pedesaan itu, hidup mereka membosankan, begini-begini saja dan lain sebagainya. Mereka juga tak perlu semuanya pergi ke Canada berkeliling, kata orang di komentar itu, untuk baru bisa merasakan hidup.

Kira-kira seperti itulah isi dari komennya dan itu berkesan bagiku. If I try to relate it to my life and orang-orang di sekitarku. Mungkin cara pandangku terhadap orang-orang di sekitarku biasa-biasa saja dan tidak ada yang menarik. Tapi mungkin dari sudut pandang yang lain, ada orang yang sangat senang bisa pernah lewat dari jalan atau gang-gang yang biasa kulewati. Hal ini adalah sebuah sudut pandang yang baru.

Kalau aku bisa mencoba menempatkan sudut pandangku ke arah sudut pandang orang yang datang dari negeri jauh, tempat ini mungkin berbeda rasanya.

Jadi, aku tidak harus pergi jauh dulu untuk bahagia, dengan hidup begini pun aku bisa bahagia. Tapi bukan berarti aku tidak perlu pergi berpetualang juga. Mereka adalah sama, aku harus bisa menemukan kebahagiaan saat di lingkungan yang aku terbiasa dan juga di tempat lain yang kukunjungi atau kusinggahi.

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of