Random stuffs

Menu

Category: Uncategorized

My Encounter of WebGL

I had been tinkering around WebGL for almost a month and a half in first half of 2016. I had not done anything significant. I found it was really hard to understand. The fact that I am not really familiar with Javascript worsen this thing.

I keep procrastinating. Oh, well, it was really hard to begin. Every time I would like to start it was also kinda hard.

That day, I would spend to read through the tutorials. I had enough, I would update soon what I found was important. I had to work through it.

So then there was this HTML canvas and I thogt I started to understand how it works. Second thing to tinker around was the HTML context. I was going to see what it was going to do. The next thing to see was what it has to do with the JavaScript. How it was correlated. I would not regret what already happened in the past. I would learn through it. I had to face it. Okay I was gonna give my heart to this thing then. Trid to understand how it worked.

Six days later, I had not completely familiar with the syntax yet. However, I already got the feeling of the pattern of the code work. I delved into the syntax and the mechanics! It was probably still some days before I could make a working simulation but I had a good feeling about it.

Menjadi Solusi

Ada beberapa hal di sekitar saya yang saya pikir seharusnya berada dalam keteraturan tetapi sering sekali tidak demikian. Menemukan hal seperti ini menjemukan.

Saya sering mengeluhkan (dalam hati) hal-hal yang tidak pada tempatnya yang harus saya bereskan. Tidak ada jalan lain, saya harus mengerjakannya.

Hal ini sangat sederhana tapi saya masih kesal.

Salah satu cara untuk meringankan pikiran ketika menghadapi hal-hal seperti di atas adalah dengan berusaha menjadi bagian dari solusi. Jika melihat sebuah permasalahan, fokuskan pikiran ke cara memperbaikinya dan selesaikan.

Hal tersebut baik agar berpindah dari rasa kesal menjadi puas atas pekerjaan yang sudah kita lakukan. Kesimpulannya: jangan jadi bagian dari masalah tapi sebisa mungkin jadilah bagian dari solusi.

Sebuah Perhentian, Tulisan Lama

Saya sekadar berbagi tulisan lama. Entahlah jika tulisan ini masih memiliki efek besar dalam diri saya tetapi tulisan saya buat sebagai pengingat bagi diri saya sendiri sekaligus bagi pembaca sekalian mudah-mudahan bermanfaat. Tulisan ini saya buat pada tanggal Sabtu, 1 Maret 2014. Dibagikan di sini dengan pengubahan seperlunya.

Hari ini aku berhenti mengajar satu grup Matematika dan Bahasa Inggris.

Selama ini aku mengajar mereka, satu anak biasanya mengerjakan PR-nya sedangkan satu lagiĀ aku mengajarkan Matematika dan Bahasa Inggris. Melihat yang selama ini sudah aku lakukan, memang karena libur ini, aku sering mengajar mereka malam. Mikroskil sedang libur selama bulan 2 ini dan baru akan masuk sekitar bulan Maret tanggal 10.

Kemarin, tanggal 28 Februari 2014 sebenarnya aku ada rencana ingin mengajar mereka, tapi memang rasa malas lebih besar jadi aku pikir akan ditunda sampai besok (hari ini). Tapi hari ini pun aku agak malas-malas, karena masih mengantuk akibat begadang sampai jam 03.30 dini hari tadi.

Di perhentian ini, aku refleksi sejenak. Aku harus melihat apa yang sudah aku lakukan sekitar 1,5 bulan terakhir bersama mereka. Aku harus instrospeksi diri kalau mengajar itu tidak mudah apalagi itu bukan dalam bidang yang selama ini aku pelajari.

Baiklah, ambil hikmah dari hal ini:
1. Aku bisa jadi lebih konsentrasi ke mengajar di tempat les yang lain.
2. Aku bisa lebih fokus persiapan ke translator dan koding.

Ya, aku sangat baik dalam membuat sebuah target tapi tidak begitu baik dalam mencapainya. Tidak apalah, hanya semoga aku bisa menemukan apa yang sebenarnya aku ingin kejar.

Sebuah malam yang sunyi karena pompa air tanah mati.
Sat Mar 1 22:56:33 WIB 2014